Gubuk Literasi
Angin lembut sejukkan hati
Sejenak henti seduhan mimpi
bungkam, amarah, keluh dalam nada rima hujan
Seperti belum waktunya untuk frustasi
Para pemimpi berimajinasi
Meniti kenangan pada embun beku
Melalang biasa pada jalan tak bertepi
dipengujung hari mengais rezeki
Tak sembunyi, tak pilu dan putus asa
pemimpi cumbui lagi penamu,
walau resah mentari menyapa
Di bawah gubuk literasi amarah selangit
mimpi-mimpi merebah senja
Bukan kegagalan yang ditanya
pun riuh membawa tangis
Jika jawaban ada dalam kata
Bangkitlah untuk pulang
Puing, 10 Februari 2020
-Deo Hironimus-



Komentar
Posting Komentar