Ibu Surga Pertamaku // Oleh: Deo Hironimus
Deo Hironimus
Sebuah Refleksi_
Ibu Surga Pertamaku
Mentari bangun sucikan belenggu waktu
Matanya bening bak mutiara
Menenun jua mimpiku
Jari mengelus membelai tak duakan hati
Rapuh
Saat kupandang setiap indah bilik matamu
Tersimpan luka - luka anakmu
Matamu seribu butiran mutiara
Digurat pipimu
Lambang saksi gigih kasih tak ada duanya
Dikeningmu teguh menyirat sejuta kenangan
Bilur kerapuhan diri kami
Ibu
Setiap desah nafasmu
saat mengejar embun di penghujung pagi
Berharap bak kasih mutiara dirangkul seperti mimpi
Kasihmu ibarat laut luas dan setia seperti langit biru
Ibuku sayang..
Lembut senyum dibibirmu
Sembunyikan luka yang menganga
Bertekuk sendu terencana indah
Setiap lirik nafasmu adalah doa
Sambil berderai-derai air matamu
Membentuk kesedihan dipipimu
Pada pagi
Engkau menitip buah hatimu
Pergi sejenak juang
Pada siang cucuran keringat emasmu
Pada senja sama hangat pelukanmu
Pada malam yang terjanji lantunkan gita puja
Dua dua desember
Dua ribu dua puluh
Penghujung akhir tahun
Cinta pada kami masih sama seperti asamu jua
Ibu
Yakinlah pada dunia akan hari ini
Dan...
Sujudku masih sama
Engkaulah surga pertama
Tempat berteduh membasuh peluh
Helung, 22 Desember 2020
-Deo Hironimus-
Penggerak Literasi SMAN 2 Macang Pacar



Komentar
Posting Komentar