Puisi : TITIK LO'O GULA (Tetesan Embun Pagi)- Saliwardaya Egost
Menulis adalah caramu dikenal dan dikenang. Begitu pun karya sastra yang satu ini ditulis rapi oleh peserta didik SMA Negeri 1 Pacar ini.
Gregorius Saliwardaya adalah peserta didik kelas XII IPS B. Goris sebutan manja dari saya yang membuatnya tertawa terbahak-bahak. Dia juga salah satu dari puluhan peserta giat literasi SMA Negeri 1 Pacar, Manggarai Barat, NTT. Goris berkepribadian yang rajin, lucu dan sopan santun dengan para guru dan teman teman sebayanya.
Egos sebutan keren dalam diarinya yang dia tulis selama belajar di SMA Negeri 1 Pacar. Egos juga sangat aktif dalam menulis di komunitas literasi SADANA SMANSAP. Kali ini dia menulis puisi berbeda dengan menggunakan metode dwibahasa.
Selamat Membaca dan Salam Literasi 👆
Puisi : TITIK LO'O GULA (Tetesan Embun Pagi)- Saliwardaya Egost
Titik lo'o gula tana
Engkau mulai melangkah
Mencari dan harus kau dapat
Berjalan tanpa alas kaki
Berjuang tanpa takut mati
Sang mentari menjadi saksi
Perjuanganmu
Demi menghidupkan sang buah hati
Tanpa sadar
Usiamu beranjak senja
Keriput kulitmu
Gurat dipipimu bekas juang
Kurusnya badanmu
Pertanda pekerja keras
Tetesan kerigatmu
Menjadikanku hidup
Kau tak pernah bosan tuk terus bekerja
Walau langkahmu perlahan mulai lemah
Tapi semangatmu tak pernah pudar
Ende...
Ema..
ata lembak nai
Mehen momang dite latang hami
Tapi kami tak pernah sadar
Akan semua kasih sayang itu
Oh...
Betapa sombongnya kami anakmu
Tanpa kami tau bagaimana kau harus berjuang mendapatkan rejeki
Untuk kami
Ayah ibu
Maafkan kami anak-anakmu
Kami telah bersalah
Kami tak pernah menghargai kalian seperti layaknya ayah dan ibu
Sekarang kami sadar cinta dan kasih sayangmu selamanya untuk kami
Gregorius Saliwardaya adalah peserta didik kelas XII IPS B. Goris sebutan manja dari saya yang membuatnya tertawa terbahak-bahak. Dia juga salah satu dari puluhan peserta giat literasi SMA Negeri 1 Pacar, Manggarai Barat, NTT. Goris berkepribadian yang rajin, lucu dan sopan santun dengan para guru dan teman teman sebayanya.
Egos sebutan keren dalam diarinya yang dia tulis selama belajar di SMA Negeri 1 Pacar. Egos juga sangat aktif dalam menulis di komunitas literasi SADANA SMANSAP. Kali ini dia menulis puisi berbeda dengan menggunakan metode dwibahasa.
Selamat Membaca dan Salam Literasi 👆
Puisi : TITIK LO'O GULA (Tetesan Embun Pagi)- Saliwardaya Egost
Titik lo'o gula tana
Engkau mulai melangkah
Mencari dan harus kau dapat
Berjalan tanpa alas kaki
Berjuang tanpa takut mati
Sang mentari menjadi saksi
Perjuanganmu
Demi menghidupkan sang buah hati
Tanpa sadar
Usiamu beranjak senja
Keriput kulitmu
Gurat dipipimu bekas juang
Kurusnya badanmu
Pertanda pekerja keras
Tetesan kerigatmu
Menjadikanku hidup
Kau tak pernah bosan tuk terus bekerja
Walau langkahmu perlahan mulai lemah
Tapi semangatmu tak pernah pudar
Ende...
Ema..
ata lembak nai
Mehen momang dite latang hami
Tapi kami tak pernah sadar
Akan semua kasih sayang itu
Oh...
Betapa sombongnya kami anakmu
Tanpa kami tau bagaimana kau harus berjuang mendapatkan rejeki
Untuk kami
Ayah ibu
Maafkan kami anak-anakmu
Kami telah bersalah
Kami tak pernah menghargai kalian seperti layaknya ayah dan ibu
Sekarang kami sadar cinta dan kasih sayangmu selamanya untuk kami
Puing, 9 januari 2022
Oleh:Gregorius Saliwardaya
Editor: Hironimus Deo


Komentar
Posting Komentar