Cerpen : Cinta Berujung Air Mata - Anastasia K.Madur // SADANA SMA Negeri 2 Macang Pacar
Cerita Pendek : Anastasya K. Madur
Kelas XI Bahasa B; Komunitas Literasi SADANA SMA Negeri 2 Macang Pacar Manggarai Barat NTT
Hari itu adalah hari yang indah, seorang gadis bernama Nia baru bangun dari tidurnya. Pagi yang sangat indah, apalagi ditemani kicaun burung melantunkan melodi yang merdu. Hari itu juga merupakan hari pertama Nia masuk SMA. Segera ia menyiapkan diri. Ia membersihkan badan dengan dinginnya air pagi itu. Sekitar 20 menit ia membersihkan badan lalu memakai seragam sekolah. Setelah semuanya selesai, tepatnya pukul 06:30 ia pamit dan berangkat sekolah. Ia sangat bersemangat dan senang sekali itu. Eh... ia kan murid baru, pantasan ia senang sekali. Sesampainya di sekolah, dia mulai melihat teman – temannya dan memperkenalkan dirinya. Karena ia mempunyai tipe mudah akrab dengan orang lain, maka ia mudah bergaul dan medapatkan teman baru.Ia juga mempunyai sifat yang baik banyak orang yang senang terhadapnya . Bukan hanya baik saja ia mempunyai paras yang menawan ketika ia tersenyum semua orang terpukau dengannya.
Tak terasa waktu cepat berlalu. Nia menjalani rutinitasnya sebagai siswa dengan penuh semangat. Suatu hari di sekolahnya ada murd pindahan dari kota namanya Brayen. Kebetulan juga ia sekelas dengan Nia. Sebagai seorang yang baik Nia pun memperkenalkan dirinya kepada Brayen. “Nama kamu siapa?” sapa Nia. Pria itu menyebut namanya Brayen. Hari – hari mereka lalui bersama dengan perasaan bahagia. Mereka pun menghabiskan waktu berdua. Dari perjumpaan itulah perasaan cinta mulai tumbuh antara mereka berdua. Dan mereka sering ke sekolah bersama – sama. Brayen pun memberikan perhatian kepada Nia .Bukan lagi sebagai sahabat biasa saja melainkan mereka saling cinta. Tak berselang lama Brayen pun mengungkapkan perasaanya pada Nia. “ Nia kamu mau nggak jadi pacarku” kata Brayen sembari memegang tangan Nia.Dengan tersipu malu ia menjawab “ iya saya mau jadi pacarmu Brayen” senyum bahagia menyinari wajah Nia yang cantik itu.
Kini mereka pun menjalani hidup sebagai sepasang kekasihi sejat. Seakan dunia milik mereka berdua saja, mereka menjalani dengan semangat yang tinggi. Dan teman – teman mereka memngetahui bahwa mereka berpacaran, bahkan oranngtua mereka juga mengetahui hubungan mereka. Di suatu hari pada saat di sekolah, Nia melihat Brayen berjalan bersama dengan cewek lalin yang katanya ia adalah murid baru. Hati Nia pun hancur tak ia duga Brayen menduakannya. Hatinya terasa tertusuk seribu duri, Ia hanya menangis. Keesokan harinya ia bertanya pada Brayen, “ Bray.. siapa cewek yang berjalan dengan kamu kemarin?” tanya Nia dengan wajah yang muram. “ ohh yang kemarin itu temannku” jawab Brayen. Namun Nia tak memprcayainya dan minta putus dari Brayen. “ Kita putus!” tegas Nia. Brayen pun menerima kenyataan itu, hatinya hancur. Ia pulang ke rumah dengan wajah yang murung tak seperti sebelumnya. Ia kembali merekam memori nostalgia bersama Nia masa dimana ia merasa semua bahagia dibumi hanya miliknya saja. Tak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya. Dan ada hal yang ia sembunyikan dari Nia , ternyata ia menginap penyakit kanker stadium akhir. Karena kecapain menangis terus ia mulai mimisan dan akhirnya pingsan, kemudian ia dibawakan ke rumah sakit. Ia pun cepat ditangani dokter untuk melakukan operasi. Kabar itupun sampai ketelinga Nia, kemudian ia langsung kerumah sakit tersebut. Ia melihat Brayen terbaring lemas tak bertenaga. Ia menagis. Ia masuk ke kamar Brayen dirawat, ia memegang tanngannya lalu meminta maaf pada Brayen. Nia ingin bersama Brayen lagi dan air matanya jatuh atas kesalahannya. Ia menyadari cinta Brayen padanya sangatlah tulus. Brayen pun bangun melihat Nia tertidur sambil memegang tangannya.Ia tersenyum Nia masih memperdulikannya.
Selang beberapa hari Brayen pun diijinkan untuk pulang ke rumah dan masih di pantau tingkat kesehatannya. Dan kesehatannya mulai membaik dan ia boleh ke sekolah lagi. Di sekolah ia bertemu Nia dan Nia mengajaknya untuk balikan lagi sebagai sepasang kekasih. Akhirnya mereka pun berpacaran lagi. Senja menyapa kesekiankalinya pada sore itu akhir pekan mereka liburan ke pantai. Mereka ke sana menggunakan sepeda motor Brayen. Mereka bahagia sekali, mereka bermesra – mesraan di atas motor sehingga Brayen tak konsen mengendarai sepeda Motor . Alhasil mereka kecelakan, mereka menabrak pohon besar. Tubuh Brayen terpental jauh dan Nia mengalami sedikit luka ditubuhnya.Nia menghampiri Brayen sayangnya Brayen pingsan dan ia langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun takdir tak memihak pada Brayen sehingga Ia menninggal dunia. Nia pun menangis tak menyangka libur akhir pekan adalah alkhir dari segala bahagianyaa dengan Brayen. Ia hanya menangis atas kesalahannya pada Brayen.



Komentar
Posting Komentar