Ibu Permataku // Puisi- Astrivo N. Sulti

 

 
 Ibu Permataku

Disini aku menceritakan tentangmu
Kala itu mentari membias cakrawala
Menyambut kehadiran bayi mungil
Kala itu seorang wanita paruh baya menderita, mengerang kesakitan
Demi buah hati tercinta

Ibulah permataku
Cintanya tak ada duanya
Wanita terhebat kukenal
Malaikat pelindung dalam hidupku
Penyembuh luka dalam kepedihan 

Kadang di malam yang sunyi dia duduk sendiri dikamarnya
Air matanya mengalir membasahi pipi
Nafas sesak menahan tangis
Hatinya sangat terluka melihat tingkahku yang penuh ego

Tapi tak pernah sekalipun dendam
Hatinya selembut sutra
Dekapannya tetap menghangatkan jiwa
Nasihatnya selalu 
terngiang ditelinga

Ibu...
Tak terbesit sejenak dirimu lelah melayani kami
Setiap hari engkau terus mencoba menelusuri jalan berduri
Membantu ayah mencari sesuap nasi untuk buah hati

Dengan seribu cinta dan kasih engkau terus berjuang
Memerankan sosok ibu yang bertanggung jawab

Ibu...
Tak kuasa tangisku berderai
Saat aku membuat dirimu terluka
Saat aku membuatmu kecewa
Maaf terlalu banyak salah.... 
Walau ku tahu dalam setiap langkahmu engkau pura-pura tersenyum untuk terlihat baik-baik saja
Terima kasih ibu, cintamu bak mutiara,
Dekap hangat kasihmu tak terhingga

Watu Wangka, 2 Maret 2023
Puisi: Astrivo Nofesa Sulti

Hironimus Deo // red

Komentar

Postingan Populer