Sepotong Kenangan di SMAN 2 Macang Pacar
![]() |
___________________________
***
Embun pagi menyapa penuh semangat, cahaya mentari menghangatkan tubuh, senyumannya yang indah membuat aku semangat untuk mengawali hari dan melangkah menuju sekolah untuk mengejar mimpi
Sebelum lanjut, namaku adalah Titi. Aku adalah salah satu siswa SMA Negeri 2 Macang Pacar. Hari ini aku sangat bahagia karena bisa makan bersama teman-teman dikantin sekolah.
Ketika malam hari, aku melamun dalam kamarku memikirkanmu semua hal yang pernah aku dan teman-teman lakukan ketika di sekolah. Aku berlarut dalam lamunanku hingga aku tak sadar bahwa jam dinding di kamarku menunjukan pukul 12.00 malam, tetapi mataku sama sekali tak bisa tidur, entahlah apa yang membuat aku menjadi seperti ini. Padahal biasanya aku tidak bisa tidur diatas jam sembilan. " Apa mungkin perpisahan dan juga teman-teman akan segera tiba" gumamku dalam hati.
Memang hal yang paling bersejarah dalam hidup aku adalah disaat aku dan teman-teman berada dihari terakhir ujian sekolah (US) disaat itulah moment yang sangat berat dan sedih bagi aku karena hari itu akan menjadi hari terakhir aku mengenakan pakaian putih abu dan harus melepaskan seragam putih abu yang selama ini aku pakai untuk kesekolah dan mungkin saja akan menjadi seragam yang dipakai untuk ke kebun. Hal ini memang membuat saya merasa sedih walaupun seharusnya ini adalah hak bahagia karena aku sudah bisa melewati lika-liku perjalanan sma hingga bisa menyelesaikan pendidikan SMA.
Masa SMA adalah masa yang paling indah, masa dimana semua insan mencari jati diri. Lembaga SMA Negeri 2 Macang Pacar telah mempertemukan aku dan teman-teman, membuat banyak kisah hingga kini semua kisah itu akan segera berakhir. Pertemuan memang selalu menyenangkan, banyak hal yang dialami dan dilalui bersama. Ribuan kenangan dan memori yang dilalui terekam jelas dalam ingatan, tetapi saat ini aku harus bisa melewati masa-masa yang tidak menyenangkan itu yaitu perpisahan, dimana tinggal satu minggu lagi kami harus beranjak pergi demi masa depan yang cerah. Yah.... Alur waktu mampu membuat kami tidak menyadari bahwa serpihan kenangan sedikit demi sedikit dikikis kejam oleh waktu.
Kisah pisah ini menjadi moment yang menyediakan sekaligus menyenangkan. Sedih karena semua kisah yang telah dirangkai indah bersama sahabat, teman juga bapak/ibu guru akan tinggal kenangan. Senang, karena jalan kaki dari rumah kesekolah akan segera berakhir.
Moment disaat terlambat, bolos,alpa, Pura-pura sakit, izin ke toilet padahal mau pulang semuanya itu hanya tinggal cerita. Waktu tiga tahun di SMA terasa begitu singkat, jarum jam serasa berputar terlalu cepat hingga tak terasa sudah berada di tangga terakhri perjalan bersama putih abu. Hal ini sangat dirasakan ketika sudah berada di semester dua kelas tiga. Kini, aku diselimuti penyesalan dan merasa hampa karena belum bisa memanfaatkan waktu tiga tahun untuk memberikan hal-hal yang terbaik untuk sekolah juga orang tua.
Akan tetapi, diwaktu yang sisa ini aku dan teman - teman berusaha menghabiskan waktu untuk hal-hal yang bisa menjadi kenangan terindah jika menua nanti, kami berkumpul bersama dalam satu rumah bahkan kami membuat jadwal untuk bisa kumpul bersama. Karena bagaimanapun Juga kami akan segera berpisah dan akan menjalani kehidupan yang sesungguhnya yaitu dimana kami semua akan sibuk dengan kehidupan masing-masing baik ada yang melanjutkan keperguruan tinggi, ada yang mau bekerja bahkan ada yang memilih untuk membangun kehidupan berumah tangga.
Dalam hal ketidakdisplinan kelas kami menjadi juara, soal malas masuk sekolah, terlambat, bolos, pokoknya dengan segala ceritanya kelas kami mampu membuat kesiswaan naik darah tiap hari, bukan hanya itu juga kalau ada perlombaan antar kelas,kelas kami menajdi kelas yang terheboh dalam hal latihan,namun tidak pernah mendapatkan juara. Tapi hal itu tidak membuat kami bermusuhan, malah persaudaraan diantara kami semakin erat, dikarenakan kami saling mengingatkan dan menasehati satu sama lain, hingga kebersamaan dari kami terlihat jelas.
Kini kami sudah berada di pintu perpisahan, saat inilah kami masih ingin bersama. Perpisahan memang harus dihadapi karena sejatinya setiap pertemuan pasti ada perpisahan, setiap cerita pasti ditinggalkan. Kami sangat sedih sebab harus berpisah. Semua memang ada masanya tidak selalu kami bersama, setelah banyak skenario yang kami lalui bersama di kelas XII IPS B itu.
Setelah ujian nanti, kami bakal rindu akan manisnya si penjaga pintu sekolah saat jam tujuh pagi, merdunya suara dari atas lapangan meneriaki kami yang terlambat, rindu akan kerja bakti sore di sekolah, rindu akan hal-hal konyol yang membuat diri sendiri dihukum oleh kepala sekolah, rindu menyaksikan mereka yang diberi sanksi karena tidak mengikuti pelajaran agama dikelas, rindu dengan semua senyum juga nasehat dari semua petutur ilmu. Semuanya benar-benar lebur dalam waktu satu minggu mendatang meski, semua itu tak benar-benar hancur.
Mungkin hal inilah yang membuat aku tidak bisa tidur malam ini
"Ya Tuhan kenapa mata ku tidak bisa tidur juga padahal aku harus masuk lebih awal besok" Ucapku dalam hati sambil menutup mataku dengan selimut. "Aku harus bisa tidur supaya aku bisa bangun cepat besok" Ujarku dalam selimut.
"Kring... Kring... " Suara alrmku terdengar sangat berisik di telingaku.
Akupun terbangun dan bersiap-siap untuk kesekolah.
"Ti... Yuk makan" Suruh ibuku sambil menyiapkan sarapan untukku
"Iya bu.. " Jawabku sambil menuju meja makan
"Makanya kalau tidak mau telat kesekolah, malam tu.. Jangan begadang, ingat kalau kamu itu anak sekolah" Ngomel ibuku
Aku tak peduli dengan omelan ibuku karena aku tau aku salah dan aku hanya fokus makan.
"Aku harus semangat aku harus bisa menghabiskan banyak waktu dengan teman- teman di sekolah " Gumamku dalam hati sambil menelan nasi. Setelah selesai bersiap-siap aku langsung pergi sekolah dengan teman-teman melanjutkan ujian akhir sekolah.
Deo Hironimus// red





Komentar
Posting Komentar